BANGKIT DARI KEGAGALAN



( oleh : Mohammad Rusdi )
     Setiap manusia pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Inilah dinamika kehidupan. Bisa dibilang, kalau tidak ada masalah maka hidup pun menjadi tidak berwarna. Secara teori, hidup ini seperti roda yang berputar. Kadang di atas tapi ada kalanya juga di bawah. Tentu saja hidup tak akan berjalan kalau saja roda kehidupan tidak berputar dan yang diatas senantiasa diatas begitu pula sebaliknya.
Terkadang kita merasa sangat berat menghadapi masalah dalam hidup kita. Rasanya kita lah yang paling menderita dan menganggap hidup ini tidak adil. Di tengah-tengah keterpurukan tersebut membuat kita tidak produktif lagi. Seakan tidak ada lagi space untuk memikirkan yang lainnya selain masalah kita. Kalau seperti ini siapa yang tidak adil? Hidup ataukah diri kita sendiri?
     Seperti kita tahu, hampir setiaph ari tersiar berita kasus bunuh diri. Banyak yang sengaja loncat dari lantai lima gedung bertingkat, meminum obat nyamuk dan gantung diri. Sehingga tidak ada hasil lainnya selain mati. Yap, banyak orang yang tidak kuat menghadapi pertarungan hidup ini dan mereka memilih untuk mengakhiri hidup mereka. Padahal dengan jalan bunuh diri belum tentu masalah selesai. Ya kalau mati, kalau enggak? Yang ada malah menambah beban hidup karena harus memikirkan juga bagaimana caranya membayar biaya rumah sakit akibat ‘gagal bunuh diri’. Kalaupun mati, belum tentu di dalam kubur akan tenang. Yang pasti siksa kubur bertambah berat karena insiden bunuh diri. Bukankah bunuh diri justru menambah masalah bukannya menyelesaikan masalah? Nah, siapa yang mau mencoba?
     Setiap perjalanan hidup yang diberikan Allah pada kita pasti ada hikmah dibaliknya. Selain itu, masalah dan cobaan bisa menjadi lahan pembelajaran dalam hidup. Dan tidak ada pilihan lagi selain bangkit dari keterpurukan.
Adanya masalah dan cobaan bagisetiap orang ini bisa dijadikan salah satu barometer kualitas seseorang. Sejauh mana ia bisa berusaha dan bersabar dalam menghadapi dan menyelesaikannya. Tingkat kualitas ini, juga menggambarkan tentang keimanan seseorang. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya mengandung kebaikan.Dan, hal itu tidak akan dimiliki kecuali oleh orang yang beriman.(Yaitu), jika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur. Hal itu merupakan suatu kebaikan. Dan, jika tertimpa kesusahan,ia bersabar. Itu juga merupakan kebaikan.”” (HR Muslim).
     Bersabaradalah kunci utama dalam menghadapi masalah hidup ini. Sebenarnya tidak perlu banyak membuang energi memikirkan masalah yang kita hadapi. Yang penting justru bagaimana solusi terbaik untuk keluar dari masalah itu. Itulah jawaban untuk keluar dari keterpurukan.

MOVE ON DARI KEGAGALAN TATAP KESUKSESAN

     setiap manusia pasti pernah merasakan kegagalan, kekecewaan, kemunduran, dan sejenisnya, hayyo jujur... siapa yang seumur hidup belum pernah merasakan apa yang dinamakan gagal, mundur, futur?
     Nah, sesungguhnya salah satu perbedaan antara pemenang dan pecundang ada pada sikap dalam merespon kegagalan. Seorang pemenang bukanlah orang yang tidak pernah merasakan kegagalan, namun mereka mampu bangkit dari kegagalan yang dialaminya sekaligus menjadikan peristiwa kegagalan itu sebagai sebuah pelajaran yang berharga. Mereka mampu mengatasi tekanan berat dari peristiwa kegagalannya tersebut.
     Sedangkan pecundang melakukan hal sebaliknya, mereka menjadikan kegagalan sebagai kambing hitam alias alasan untuk tidak meneruskan perjuangannya. Aha! Beda sikap banget kan Sob?
    Hampir semua orang sukses pernah mengalami kegagalan. Memang sih... mengalami kegagalan itu sangat tidak menyenangkan. Namun di balik kegagalan tersimpan pelajaran yang sangat berharga. Jika seorang mampu mengatasi kegagalan dan bangkit dari kegagalan tersebut, pintu kesuksesan akan semakin terbuka lebar, pola pikir kita pun akan semakin maju dan dewasa dalam menghadapi setiap persoalan.
Makanya, berikut beberapa tips untuk bangkit dari kegagalan, moga bermanfaat:
a.       Terima Kenyataan
     Tidak banyak orang yang mau mengakui dirinya gagal , makanya banyak yang tidak bisa bangkit dan terus membohongi diriya sendiri. Tidak perlu mencari kambing hitam untuk disalahkan sebagai penyebab kegagalan. Kita sendirilah yang bertanggungjawab atas setiap kegagalan yang terjadi. Menyalahkan situasi atau orang lain hanyalah usaha untuk melarikan diri dari kenyataan. Dengan menerima kenyataan, kita dapat menyusun ulang rencana-rencana baru. Kita harus menyadari bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. Dengan menerima kenyataan, masukkan dan saran dari luar dapat kita terima dengan pikiran yang lebih terbuka
b.      Kembali ke titik nol
     Titik nol adalah saat di mana semangat kita sedang besar-besarnya. Saat itu, begitu banyak ide di kepala kita. Daripada hanya diam meratapi kerugian yang kita derita, lebih baik bawa pikiran dan semangat kita seperti awal mula kita hendak melangkah. Pikirkan kembali hari-hari yang membuat kita bersemangat dan tidak sekedar menunggu untuk segera memulai. Hal ini akan merangsang kita untuk bergerak kembali!
c.       Mengintip keberhasilan
     Bayangkan hasil akhir jika rencana kita benar-benar dijalankan, dan kita telah meraih kesuksesan. Bayangkan pula berapa banyak orang yang ikut tertolong dengan kesuksesan yang kita capai. Simpan hal tersebut di dalam pikiran kita. Visualisasi seperti ini baik untuk mensugesti diri kita agar tidak putus untuk berusaha, tidak mudah menyerah karena keberhasilan yang akan kita raih bukan untuk diri kita sendiri, lebih luas lagi ada orang-orang yang ikut menikmatinya.
d.      Selalu merasa beruntung
     Terkadang kita merasa menjadi orang yang paling terpuruk karena gagal melakukan sesuatu. Apalagi kita merasa sudah melakukannya dengan segenap kemampuan dan materi yang kita miliki. Buang jauh-jauh perasaan seperti itu! Lalu tengoklah di sekitar kita, orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung kita. Mereka terpuruk dan tidak punya kemampuan apa-apa. Kita memang belum mencapai kesuksesan, tapi kita punya modal untuk sukses, yaitu pengalaman, kemampuan, dan kemauan untuk kembali bangkit.
e.       Buat daftar kesuksesan
     Buat daftar kesuksesan kita sendiri, tidak peduli kesuksesan besar atau kecil. Jangan sekadar mendata kesuksesan besar dalam hidup. Kesuksesan kecil pun dapat membawa pengaruh yang signifikan. Kegagalan adalah bagian dari pencapaian kemajuan atau pertumbuhan. Dari daftar tersebut kita akan mengetahui bahwa kita pun pernah melakukan keberhasilan meskipun kecil, dan di hari esok kita akan buat keberhasilan yang lebih besar lagi.
f.       Terima masukan dari orang lain
     Diskusikan apa yang membuat kita gagal dan dengarkan pendapat mereka mengenai hal tersebut! Kita tidak pernah tahu dukungan seperti apa yang kita dapatkan: Mulai dari meredakan rasa putus asa, membangkitkan semangat hingga informasi yang bisa didapat.
g.      Menulis jurnal
     Jarnie Pennebaker, psikolog dari University of Texas menjelaskan bahwa mencatat kegiatan bisa menunjukkan letak kegagalan kita. Bisa juga membantu menghilangkan rasa kecewa dan stress yang berlangsung. Dengan menuliskan jurnal pribadi, kita juga bisa diingatkan kembali atas kesalahan apa saja yang telah dilakukan di masa lalu dan belajar untuk tidak mengulanginya.
h.      Mencari hal baru
    Jika kita tidak lagi bersemangat melakukan sesuatu, berhentilah! Lisa Manterfield mengungkapkan bahwa manusia berubah-ubah. Hasrat terhadap pekerjaan seringkali berubah. Luangkan waktu untuk memikirkan langkah dan pastikan kita menyukai apa yang sedang dikerjakan meskipun penghasilannya tidak seberapa. Terkadang kebahagiaan dan rasa nyaman membuahkan hasil kerja yang lebih maksimal.
i.        Alihkan kesedihan dengan melakukan hal yang positif
    Cobalah alihkan kesedihan, kekecewaan, dan rasa sakit hati dengan menyibukkan diri melakukan hal-hal yang positif meskipun sederhana. Misalnya menyapu halaman rumah, menyiram tanaman di kebun, membaca buku-buku yang menarik, dan lain sebagainya.
Lakukan juga sesuatu yang berharga untuk orang lain. Bantulah orang lain. Layanilah orang lain. Kemudian lihatlah bagaimana kita bisa bermanfaat dan dapat menolong orang lain. Setelah itu berpikir dan merenunglah sejenak betapa kita mampu memberikan banyak manfaat dan dapat menolong banyak orang, sekarang waktunya kita menolong DIRI SENDIRI dari keterpurukan!
j.        Yakinkan diri bahwa Kegagalan bukanlah alasan untuk berhenti
    Adakah bayi yang langsung bisa berjalan dengan normal? Setiap bayi pernah merasakan jatuh ketika belajar berjalan. Yang membuat bayi pada akhirnya bisa berjalan normal adalah kegigihannya untuk tidak pernah berhenti mencoba berjalan kendati pun seringkali tersungkur. Jadikanlah diri kita layaknya seorang bayi yang baru belajar berjalan, jatuh/ gagal adalah proses pembelajaran sampai kita benar-benar berhasil. Yang terpenting bukan berapa kali kita jatuh melainkan seberapa kuat mental kita untuk kemudian bangkit kembali setelah kejatuhan tersebut.

   optimis dan bersemangatlah dalam menyambut tiap hari yang datang. Kegagalan dan keterpurukan hanyalah masa lalu jika kita tidak melulu mempermasalahkannya! Ada hari cerah yang menanti kita, namun sayangnya hari cerah itu tidak mungkin kita temui jika kita memutuskan untuk berhenti berjalan, berhenti berusaha, berhenti tersenyum, dan berhenti berharap.

MENYIKAPI KEGAGALAN YANG SISLIH BERGANTI

Apakah anda pernah mengalami kegagalan? Apa yang anda lakukan ketika mengalami kegagalan? Apa yang muncul di benak anda ketika mengalami kegagalan?
Pengarang terkenal James Allen pernah mengatakan "seseorang itu seperti apa yang ia pikirkan, dan karakter seseorang adalah jumlah keseluruhan dari seluruh pikirannya."
Apa yang anda pikirkan mengenai kegagalan menentukan bagaimana kegagalan mempengaruhi anda. Karena anda akan menjadi sebagaimana perspektif anda. Maka sangat relevan bagi anda (bahkan bagi semua orang) untuk memiliki konsep yang sehat dan positif dalam menyikapi kegagalan.

a.      Kegagalan bukanlah sesuatu yang dapat dihindarkan
     Selama ada proses pengembangan diri (belajar) dalam hidup manusia maka kegagalan akan selalu ada. Malah kegagalan adalah bagian integral dari proses belajar itu sendiri. Menghindari kegagalan adalah usaha untuk menjadi yang sempurna. sebuah kondisi yang tidak mungkin dicapai oleh manusia mana pun. Berbeda dengan kesempurnaan (excellence), di mana kegagalan bisa terjadi di tengah prosesnya. Kesuksesan dimulai dengan menghadapi kegagalan dengan benar, bukan dengan menghindarinya.
"proses belajar adalah efektif justru ketika proses itu menyertakan kegagalan di dalamnya. Cobalah sesuatu yang baru dan jika hal itu tidak berjalan dengan baik, perbaikilah dari awal." (Prof. Dave Feyberg)"ketika kita memberikan ijin kepada diri kita untuk gagal, maka pada saat bersamaan kita memberi kesempatan kepada diri kita untuk sukses." (Elois Ristad)

b.      Kegagalan hanya sementara dan bisa diubah
     Kegagalan juga sebenarnya sebuah proses bukan event. Mengalami kegagalan (event) belum berarti benar-benar gagal. Karena kegagalan yang sesungguhnya adalah suatu proses panjang di mana kita bereaksi negatif terhadap masa lalu sehingga menimbulkan siklus kegagalan yang terus berulang. Apa yang anda lakukan saat anda tersandung dan jatuh? Berusaha untuk bangkit kembali tentunya. Demikian pula dengan kegagalan. Selama proses kehidupan anda belum selesai maka kegagalan selalu dapat diubah menjadi kesuksesan."sukses adalah sebuah proses, bukan event" (Zig Ziglar, motivator speaker)

c.       Kegagalan memberi banyak pelajaran
     Paling tidak, kegagalan selalu menawarkan tiga pelajaran yang sangat berharga bagi kita; kebijaksanaan, kerendahan hati, dan sikap mau terus belajar. Di luar itu pun ada banyak hal yang biasa dipetik. Thomas Alva Edison dikenal memiliki 3500 catatan tulisan tangan yang memuat semua penemuannya mulai dari ide awal , perbaikan sampai proses akhir. Temuan arsip tersebut menunjukkan bagaimana Edison mampu mengkombinasikan pelajaran yang ia dapat dari kegagalan dalam proyek untuk diterapkan dan berhasil dalam proyek selanjutnya. Kegagalan selalu adalah sebuah pelajaran multidimensi yang berguna untuk kesuksesan."kegagalan sangat berguna bagi saya. Setiap hal yang saya pelajari mengenai  coaching (kepelatihan) saya peroleh dari kesalahan-kesalahan saya" (Rick Pitino, pelatih NBA)

d.      Terimalah tanggung jawab untuk kegagalan anda
     Dalam bukunya Failling Forward, John Maxwell menulis bahwa ketika kegagalan terjadi kita perlu menanyakan kepada diri sendiri, siapakah penyebabnya. Jika ternyata penyebabnya adalah diri kita sendiri, maka kita harus belajar menerima tanggung jawab atas kegagalan itu, berapa pun persentasenya."menerima tanggung jawab atas kegagalan memungkinkan kita untuk mampu menerima tanggung jawab untuk keberhasilan"  (Ed Cole) menerima kegagalan dan tanggung jawabnya akan membuka mata kita akan kekuatan dan kekurangan diri. Dan membimbing kita untuk bertindak lebih realistis di masa depan."kegagalan adalah kesempatan terbesar saya untuk dapat mengenal diri saya yang sesungguhnya"  (John Killinger)

e.       Belajar untuk tidak takut gagal
     Kegagalan seringkali disertai rasa tertolak yang dalam. Perasaan bahwa semua orang menolak diri anda bahkan diri anda sendiri. Mereka yang bangkit adalah mereka yang tidak mendasarkan kelayakan diri (self worth) di atas kinerja. Belajarlah memaafkan diri sendiri agar tidak terperangkap dalam ketertolakan masa lalu. Ciri utama orang yang masih terperangkap dalam ketertolakan masa lalu adalah takut gagal (fear of failur). Yang menyebabkan tidak ada lagi pertumbuhan apa pun. "Ingatlah, masa lalu bukanlah masa  depan anda" (Lisa Bavere)

f.       Fokus pada kekuatan diri
     Suatu hari pelatih tenis meja AS bertanya kepada pelatih tenis meja China mengenai rahasia keberhasilan tim Cina  dalam melahirkan pemain-pemain kelas dunia. Pelatih tenis meja Cina menjawab "Kami selalu fokus kepada kelebihan seoarang pemain dan kami terus mengasahnya secara intensif. Setelah itu kalau ada masih tersisa waktu kami akan memperbaiki kekurangannya. Tidak seperti tim anda yang terus berkonsentrasi memperbaiki kelemahan pemain-pemain anda sehingga tidak sempat mengasah kelebihannya. Akibatnya, mereka hanya memiliki kemampuan rata-rata saja."Bangunlah kehidupan anda atas dasar yang positif bukan atas dasar yang negatif. Fokuslah pada kekuatan anda, jangan membangun diri anda atas kelemahan anda."yang membedakan antara pemenang dengan pecundang adalah bahwa para pemenang berkonsentrasi pada apa mereka bisa lakukan, bukan pada apa yang tidak bisa mereka lakukan" (Bob Butera, pelatih hoki)

g.      Failling Forward ala Abraham Lincoln
     Failling forward adalah istilah John Maxwell yang berarti kemampun untuk bangkit kembali setelah jatuh. Belajar dari kesalahan dan melangkah maju dengan arah yang baru. Akhirnya mari kita melihat kemampuan failling forward  Presiden Amerika serikat yang ke 16 Abraham Lincoln. Abe (sapaan akranya) pertama kali gagal dalam bisnisnya. Lalu ia mencoba terjun ke politik dan kembali gagal dalam tempo satu tahun. Ia kembali ke dunia bisnis dan gagal lagi. Tiga kegagalan dalam tiga tahun. Setelah itu ia melamar tunangannya setelah empat tahun pacaran. Ia ditolak. Belakangan ia mulai berhubungan dengan kekasih barunya, yang akhirnya meninggal dunia. Dua tahun kemudian ia menderita nervous breakdown. Setelah masa penyembuhan selama dua tahun, ia mencoba masuk lagi ke dunia politik. Tapi dikalahkan dalam pemilihan untuk menjadi pembicara dewan. Dua tahun kemudian ia mencoba ikut lagi dalam pemilihan tapi gagal. Tiga Tahun setelah itu ia ikut dalam pemilihan menjadi anggota kongres dan lagi-lagi ia gagal. Ia menunggu lima tahun kemudian untuk ikut pemilihan anggota, dan masih juga gagal. Pada periode inilah anaknya yang berumur 14 tahun meninggal dunia. Abe menghabiskan 7 tahun dalam kegamangan. Lalu ia kembali ke dunia politik dalam pemilihan anggota senat. Kembali ia dikalahkan. Tahun berikutnya ia dinominasikan partainya menjadi kandidat wapres. Namun ia gagal lagi. Setelah menunggu dua tahun ia kembali mengincar posisi di senat, tapi lagi-lagi gagal. Lalu, dua tahun kemudian (1860) ia terpilih menjadi Presiden Amerika ke 16 Setelah dua puluh empat tahun perjuangannya.

KEGAGALAN KUNCI UTAMA KESUKSESAN

     Sebagian orang cenderung mengutuk dan menyalahkan diri sendiri saat berhadapan dengan kegagalan. Padahal, perlu kamu ketahui, kegagalan merupakan kunci utama lahirnya keberhasilan di masa depan.
     Dalam situs hufftingtonpost.com, Johannes Haushofer, seorang asisten professor dalam bidang psikologi membuat daftar beberapa kegagalan yang pernah ia alami selama berkarier. Posisinya saat ini nggak ia dapatkan dengan mudah, mulai dari penolakan aplikasi beasiswa hingga penolakan penerbitan hasil penelitian pernah ia alami.
     Nggak sedikit orang yang lantas patah arang setelah usaha mereka gagal atau ketika harus berhadapan dengan situasi seperti Johannes. Bagi Johannes, kesuksesan yang ia dapatkan saat ini justru nggak pernah ia nikmati jika sebelumnya ia nggak pernah gagal. Johannes mengatakan bahwa saat menemui kegagalan, orang cenderung fokus pada “kegagalan” tersebut. Jangan lupa, pengusaha, pemimpin, dan para penemu sukses kebanyakan berhadapan dengan kegagalan sebelum mencapai sukses.
     Johannes pun menyarankan, alih-alih hanya terpaku pada kegagalan tersebut, coba kaji berbagai faktor yang bisa mempengaruhi hasil yang kamu dapatkan. Ketika aplikasi beasiswamu keluar negeri ditolak, kamu bisa mengevaluasinya. Apa kekurangan proposal studi atau penelitian yang kamu ajukan, misalnya. Perbaiki elemen-elemen yang kurang sehingga ketika kamu mengajukan kembali aplikasi tersebut, kamu sudah “membungkusnya” dalam kemasan sempurna.
     Johannes sadar bahwa menemui kegagalan memang bukan hal mudah bagi sebagian orang. Kegagalan dapat membuatmu terpuruk dan lupa bahwa momen tersebut sebenarnya adalah momen untuk mengevaluasi diri menjadi lebih baik. Untuk menghindari sikap negatif dalam memandang kegagalan, hindari membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kesuksesan seseorang mudah terlihat dari luar, tapi kamu nggak tahu proses atau kegagalan apa yang mereka hadapi. Bisa jadi kesuksesan yang mereka dapatkan saat ini bermula dari kegagalan bertubi-tubi, lebih dari yang kamu hadapi.
   maka , daripada anda hanya fokus meratapi kegagalan atau iri dengan kesuksesan orang lain, coba latih diri untuk mau dan bisa melihat arti “kegagalan” lebih luas lagi.

Komentar

  1. Truslah berjuang dan berusaha untuk terus menata masa depan yang lebih baik... Kita benahi yang ada dan trus menggali potensi diri agar menjadi lebih baik lagi dan bisa bangkit dari Kegagalan

    BalasHapus

Posting Komentar