1.
MUKADIMAH
Lahirnya Muhammadiyah tentu tidak dapat
di lepaskan dengan sejarah bangsa indonesia.
Dimana pada saat itu, kondisi bangsa ini masih dalam keadaan terjajah
oleh barat. Selain itu, berdirinya muhammadiyah juga di sebabkan oleh banyaknya
praktik keagamaan yang tidak sesuai. Dimana banyak sekali tradisi tradisi yang
tidak di ajarkan oleh rosulullah. Pada saat itu, islam di anggap sebagai agama
mistis. Agamanya orang kuno . agama yang tidak dapat menyesuaikan dengan
perkembangan zaman. Melihat hal ini, KH Ahmad Dahlan tergugah hatinya untuk
melakukan perubahan. Ahmad dahlan mencoba menyebarkan paham bahwa Islam adalah
agama yang fleksibel. Agama yang mudah. Agama yang modern. Selain itu, hal lain
yang mendasari pendirian muhammadiyah adalah adanya proses kristenisasi yang
masif. Dimana terdapat banyak sekali sekolah non Muslim berdiri dengan bebas
dan megahnya. Akhirnya ahmad dahlan berfikiran bahwa islam harus lebih dari
itu. Maka dari itu, ahmad dahlan mulai menggagas mendirikan sekolah modern
dimana dalam pengajarannya menngajarkan ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama.
Muhammadiyah berdiri tidak lepas dari
peranan organisasi budi utomo. Organisasi ini yang membantu ahmad dahlan dalam
hal perekrutan anggota dan aktivitas sosial muhammadiyah.
2.
AWAL
BERDIRINYA MUHAMMADIYAH
Pada awal kelahirannya, muhammadiyah
tetntu tidak berjalan secara mulus. Terdapat banyak sekali tantangan yang
dihadapi. Tidak sedikit pihak yang menghujat muhammadiyah. Selain itu, juga
terdapat ancaman dari berbgai pihak agar muhammadiyah tidak melakukan
aktifitasnya. Bahkan sampai ada ancaman pembunuhan, pengeroyokan anggota
muhammadiyah oleh pihak yang tidak mendukung. Menanggapi hal ini, KH Ahmad
Dahlan tetap bersikap istikomah dalam melakukan aktivitas dakwahya. Ahmad
dahlan tetap dal pendiriannya. Tidak sedikitpun beliau menyimpan rasa benci
kepada para penentangnya. Bahkan beliau tetap bersikap secara bersahaja kepada
mereka.
3.
PERKEMBANGAN
MUHAMMADIYAH DARI MASA KE MASA
Seiring brkembangnya zaman, muhammadiyah
semakin meluas. Bukan hanya di pulau jawa saja namun ke seluruh pelosok
nusantara dari sabang sampai merauke. Muhammadiyah yang sudah berusia lebih
dari seabad ini, tentu sudah merasakan berbagai rintangan yang menghadangnhya.
Selain itu, dengan semakin berkembangnya amal usaha yang jumlahnya tidak
sedikit, menjadikan muhammadiyah semakin besar. Peran muhammadiyah sangat
sentral dalam proses kemerdekaan indonesia. Hal ini dapat di buktiakan bahwa
panglima jendral TNI pertama Jendral Soedirman adalah tokoh Muhammadiyah yang
merupakan penggagas berdirinya kepanduan Hizbul Wathan.
4.
TANGGAPAN
MUHAMMADIYAH MENGENAI ISU BANGKITNYA PKI
Komunis adalah sebuah ajaran dimana
manusia di bebaskan untuk tidak menganut agama. Ajaran semacam ini menurut
ideologi negara tidak dibenarkan. Berdasarkan ideologi yang di anut indonesia,
bahwa setiap warga negara wajib memilih agama. Tidak di perkenankan untuk tidak
beragama. Jadi, apa yang diajarka PKI ini adalah sudah melanggar Ideologi
negara dan harus di musnahkan.
Menanggapai hal ini, Muhammadiyah segera menyusun
strategi dakwah yang proporsional. Muhammadiyah tentu merasa ikut berkewajiban
untuk menghilangkan paham komunis di indonesia. Meskipun sudah di bumi
hanguskan pada masa orde lama, namun peninggalanya masih tetap ada. Akhir akhir
ini terdapat isu bangkit kembalinya PKI . Muhammadiyah segera menepis isu itu
dengan berbagai macam cara agar kebangkitan PKI tidak terwujud.

Komentar
Posting Komentar