Jakarta - Muhammadiyah telah menyampaikan hasil autopsi jenazahSiyono kepada Komnas HAM dan dirilis bersama pada Senin (11/3) kemarin. Siang ini, mereka diundang komisi III DPR untuk menyampaikantemuannya.
"DPR mengundang kami Komnas HAM, Muhammadiyah dan perwakilanNGO yang diwakili KontraS pukul 13.00 WIB untuk kasus Siyono," ucap komisioner Komnas HAM Haffid Abbas kepada detikcom, Selasa (12/4/2016).
Haffid mengatakan, dalam rapat siang nanti Komnas HAM akan memaparkan temuan yang dimiliki Komnas HAM bersama Muhammadiyahatas kasus Siyono, terutama hasil autopsi yang membuktikan kematianSiyono akibat kekerasan.
"Kemarin hasil autopsinya bisa berjalan cepat kurang dari 10 hari karena dukungan Muhammadiyah," ujarnya.
Autopsi itu dilakukan oleh 9 dokter forensik Muhammadiyah bersama satu orang dokter dari Polda Jawa Tengah. Hasilnya, Siyono meninggal karena sejumlah luka akibat benda tumpul terutama patah tulang yang mengenai jantung.
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa saat dikonfirmasi membenarkan rapat dengan Komnas HAM, Muhammadiyah dan Kontras digelar piukul 13.00 WIB siang ini. Komisi III juga concern dengan kasusSiyono.
"Bicara tentang investigasi Siyono bersama Muhammadiyah, Komnas HAM dan KontraS," ucap Desmond dikonfirmasi terpisah.
Sebagaimana diketahui, Siyono tewas usai ditangkap Densus 88 karena dianggap sebagai terduga teroris. Polri merilis Siyono tewas karena melawan anggota Densus yang mengawalnya, namun kesimpulan Komnas HAM dari autopsi tidak ditemukan perlawanan Siyono.
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa saat dikonfirmasi membenarkan rapat dengan Komnas HAM, Muhammadiyah dan Kontras digelar piukul 13.00 WIB siang ini. Komisi III juga concern dengan kasusSiyono.
"Bicara tentang investigasi Siyono bersama Muhammadiyah, Komnas HAM dan KontraS," ucap Desmond dikonfirmasi terpisah.
Sebagaimana diketahui, Siyono tewas usai ditangkap Densus 88 karena dianggap sebagai terduga teroris. Polri merilis Siyono tewas karena melawan anggota Densus yang mengawalnya, namun kesimpulan Komnas HAM dari autopsi tidak ditemukan perlawanan Siyono.
"DPR mengundang kami Komnas HAM, Muhammadiyah dan perwakilanNGO yang diwakili KontraS pukul 13.00 WIB untuk kasus Siyono," ucap komisioner Komnas HAM Haffid Abbas kepada detikcom, Selasa (12/4/2016).
Haffid mengatakan, dalam rapat siang nanti Komnas HAM akan memaparkan temuan yang dimiliki Komnas HAM bersama Muhammadiyahatas kasus Siyono, terutama hasil autopsi yang membuktikan kematianSiyono akibat kekerasan.
"Kemarin hasil autopsinya bisa berjalan cepat kurang dari 10 hari karena dukungan Muhammadiyah," ujarnya.
Autopsi itu dilakukan oleh 9 dokter forensik Muhammadiyah bersama satu orang dokter dari Polda Jawa Tengah. Hasilnya, Siyono meninggal karena sejumlah luka akibat benda tumpul terutama patah tulang yang mengenai jantung.
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa saat dikonfirmasi membenarkan rapat dengan Komnas HAM, Muhammadiyah dan Kontras digelar piukul 13.00 WIB siang ini. Komisi III juga concern dengan kasusSiyono.
"Bicara tentang investigasi Siyono bersama Muhammadiyah, Komnas HAM dan KontraS," ucap Desmond dikonfirmasi terpisah.
Sebagaimana diketahui, Siyono tewas usai ditangkap Densus 88 karena dianggap sebagai terduga teroris. Polri merilis Siyono tewas karena melawan anggota Densus yang mengawalnya, namun kesimpulan Komnas HAM dari autopsi tidak ditemukan perlawanan Siyono.
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa saat dikonfirmasi membenarkan rapat dengan Komnas HAM, Muhammadiyah dan Kontras digelar piukul 13.00 WIB siang ini. Komisi III juga concern dengan kasusSiyono.
"Bicara tentang investigasi Siyono bersama Muhammadiyah, Komnas HAM dan KontraS," ucap Desmond dikonfirmasi terpisah.
Sebagaimana diketahui, Siyono tewas usai ditangkap Densus 88 karena dianggap sebagai terduga teroris. Polri merilis Siyono tewas karena melawan anggota Densus yang mengawalnya, namun kesimpulan Komnas HAM dari autopsi tidak ditemukan perlawanan Siyono.

Komentar
Posting Komentar